Makestro Bantu Makers Wujudkan Konsep Dunia dengan Zero Waste di Bandung Makerthon 2016

By | Events | No Comments

unknown-2
Bandung, Jawa Barat – Setelah resmi diluncurkan pada tanggal 24 September 2016, Makestro memulai langkah pertamanya dengan mantap untuk mendukung acara Bandung Makerthon 2016 di Gd. CC Timur ITB pada hari Sabtu (1/10) lalu.

Bandung Makerthon 2017 merupakan rangkaian kegiatan Makerthon yang bekerjasama secara resmi di SEAMNET (South East Asia Makerspace Network). Dalam acara ini, sebanyak 44 orang peserta yang terbagi menjadi 12 kelompok ditantang untuk membuat inovasi-inovasi terkait masalah penanggulangan sampah di kota Bandung. Tema yang diusung tahun ini adalah Designing A World With Zero Waste, dimana konsepnya yakni membuat produk yang mengandung unsur-unsur bebas polusi, dapat didaur ulang, serta memiliki tingkat keberlangsungan yang tinggi. Konsep dalam perlombaan Bandung Makerthon 2016 ini adalah produk yang memiliki skema serta nilai bisnis yang jelas agar dapat dikembangkan dan punya potensi berkelanjutan.

unknown-7

Suasana talkshow di acara Bandung Makerthon.

Tema ini dipilih atas dasar persoalan-persoalan tentang sampah yang kerap menjadi PR kota Bandung itu sendiri. Kebiasaan masyarakat yang kurang peka terhadap masalah sampah sehingga membuang sampah sembarangan hingga minimnya edukasi kepada masyarakat terkait penanggulangan sampah itu sendiri. Bandung Makerthon ingin bergerak untuk membangkitkan semangat para inovator-inovator muda untuk berinovasi. Dengan bekerjasama dengan DycodeX, Makestro yang dibuat sebagai wadah pendukung makers di Indonesia, khususnya Bandung, turut memfasilitasi peserta untuk mengembangkan dirinya dan berinovasi dengan Internet of Things (IoT). Sebanyak 1 buah Arduino dan 5 buah Raspberry Pi disiapkan DycodeX untuk mendukung para peserta.

unknown-6

Booth Makestro di Bandung Makerthon.

Pemenang dari Bandung Makerthon yang mewakili Indonesia untuk dikirim ke Singapur mulus melenggang dengan tong sampah pintar yang diberi nama “Goods Do Goods”. Konsepnya yakni dengan memberi poin pada setiap orang yang membuang sampah, dimana poin ini kelak secara otomatis akan dikirimkan ke pihak-pihak terkait agar tidak terjadi penumpukan berkelanjutan.

unknown-9

Tim Goods Do Goods juara Bandung Makerthon.

Andri Yadi, sebagai juri dalam Bandung Makerton ini memastikan bahwa dummy yang dibuat kelompok Goods Do Goods ini cukup inovatif dan berpotensi dikembangkan dalam jumlah yang besar. “Ide dan gerakan seperti ini yang Makestro dan Bandung Makerthon harapkan, inovator muda yang bergerak lincah dan turut serta membangun kotanya sendiri,” tutur Andri Yadi. “Kita juga dapat membuktikan bahwa IoT tidak hanya dapat digunakan untuk sekedar mempermudah kehidupan personal, namun juga dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengembangkan daerah kita sendiri.”

Terus berkarya dan harumkan nama baik bangsa di kancah internasional ya, Goods Do Goods!

Cara Maker “Ngoprek” ESPectro dan LoRa Raspberry Pi Hat

By | News | No Comments

26 dan 27 Agustus lalu di ajang Sci-Fi Hardware Hackathon 2016 yang diselenggarakan oleh Mediatrac, tim DycodeX mendapat kehormatan untuk soft-launching ke publik untuk pertama kalinya jajaran development board dan sensor board rakitan tim DycodeX sendiri: di antaranya ESPectro, Alora, Raspberry Pi Hat, dan Arduino Shield. ESPectro adalah development board berbasis ESP8266 yang dilengkapi dengan; Alora adalah sensor board dan tersedia dalam tiga “rasa”: Basic, Pro, dan Ultimate; sedangkan LoRa Raspberry Pi Hat dan LoRa Arduino Shield adalah sebuah ekstensi LoRa agar Raspberry Pi atau Arduino bisa berkomunikasi jarak jauh, bahkan hingga 2 km.

Dev board ESPectro, sensor board Alora, dan beberapa perangkat rancangan DycodeX lainnya dibuat agar dapat dengan mudah digunakan oleh makers dari segala tingkatan kemahiran, dari yang pemula hingga mahir.

Beberapa penggiat “ngoprek” sudah sempat memiliki dan mencoba sendiri beberapa produk DycodeX ini. Diantaranya adalah Budi Rahardjo, penggagas ID-CERT, dosen ITB, dan tokoh yang aktif di dunia teknologi Indonesia, yang sempat mengetes “blinking lights” dengan ESPectro, seperti yang ia lakukan di video ini.

Begitu juga dengan ProcodeCG yang telah menghidupkan “hello world” menggunakan ESPectro.

ESPectro development board oleh ProcodeCG

Sumber: https://www.facebook.com/procodecg

Sedangkan Muhammad Ibnu Fadhil, penggagas Gravicode, adalah salah satu orang pertama yang mencoba LoRa Raspberry Pi Hat. Ia bahkan membuat satu video unboxing LoRa Raspberry Pi Hat, yang kotaknyapun didesain oleh tim DycodeX sendiri.

Untuk makers yang ingin melihat daftar lengkap produk-produk rakitan tim DycodeX, dan tutorial dan tips bagaimana mengembangkan perangkat-perangkat IoT untuk siapapun yang berjiwa maker, sila kunjungi laman DycodeX Shop.

Dukung Sci-Fi Hardware Hackathon, DycodeX Pamerkan ESPectro & Alora

By | Events | No Comments

DSC01861

Sabtu, 27 Agustus 2016 — Jakarta, D.K.I. Jakarta — Asahan kreatifitas imajinasi science fiction dan kemahiran merakit teknologi bergabung menjadi satu di Sci-Fi Hardware Hackathon 2016, sebuah ajang ditantangnya para makers dari bermacam latar belakang dan usia untuk mewujudkan sebuah IoT device yang terinspirasi dari science fiction dalam kurun waktu 24 jam. DycodeX hadir meramaikan dengan mengisi salah satu stand untuk memamerkan deretan development board dan sensor board terbaru kita, ESPectro dan Alora. Gelaran hackathon yang diselenggarakan oleh Mediatrac bekerja sama dengan Data for Life dan Makedonia ini diselenggarakan dari tanggal 27 hingga 28 Agustus 2016 di gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto Kav. 95, Jakarta.

DycodeX at Sci-Fi Hardware Hackathon 2016

Tim DycodeX berpose di depan booth pameran di Sci-Fi Hardware Hackathon 2016.

Sebagai salah satu penggiat di komunitas makers Indonesia sekaligus sebagai penggemar berat film-film science fiction (trivia: Star Wars adalah serial film kesukaan CEO Andri Yadi), DycodeX ikut meramaikan Sci-Fi Hardware Hackathon ini sebagai salah satu pengisi booth pameran. DycodeX memanfaatkan kesempatan ini untuk meluncurkan secara perdana serangkaian maker kits yang terdiri dari development board ESPectro, sensor board Alora, dan LoRa kits. Rangkaian produk purwarupa DycodeX lainnya, seperti Magic Printer, Magic Button, dan Jepret Allegra-pun hadir meramaikan.

ESPectro adalah serangkaian development boards yang dikembangkan sendiri oleh DycodeX sebagai kulminasi dari pengalaman dan eksperimen selama dua tahun. DycodeX mengerti bagaimana ESPectro tersedia ESPectro Core, ESPectro Base, dan ESPectro Core + Base. Untuk memamerkan kemampuan dari ESPectro, DycodeX menyiapkan sebuah demo berbentuk menara LED yang dimodel berdasarkan menara Stark Industries dari serial film The Avengers, yang LED-nya akan menyala ke atas setiap satu orang me-like page DycodeX di Facebook. Demo ini mendemonstrasikan kemampuan ESPectro untuk mengirim data agar lampu LED di menara Stark Industries tersebut menyala, sekaligus mendemonstrasikan konektifitas ESPectro dengan Internet.

Seorang pengunjung booth sedang me-like page Facebook DycodeX untuk menyalakan LED di "Stark Industries LED Tower".

Seorang pengunjung booth sedang me-like page Facebook DycodeX untuk menyalakan LED di “Stark Industries LED Tower”.

Di saat yang sama, DycodeX juga mendebutkan Alora. Alora adalah sebuah pengembangan dari perangkat purwarupa “Codename EnviroSens” untuk membaca keadaan lingkungan. Alora disediakan dalam tiga “rasa” sesuai dengan tingkat kemahiran pengembang yang menggunakannya. Tiga rasa tersebut meliputi Alora Sensor Board Basic, Alora Sensor Board Pro, dan Alora Sensor Board Ultimate. Baca selengkapnya tentang sensor board ini di laman resmi Alora di DycodeX Shop.

Selain ESPectro dan Alora, beberapa produk lain yang dipamerkan di booth DycodeX adalah LoRa kits yang terdiri dari LoRa Raspberry Pi Hat
dan LoRa Arduino Shield. Produk-produk DycodeX lainnya yang juga dipamerkan ada Magic Printer, Magic Button, dan Jepret Allegra.

Semua produk ini tersedia untuk dijual dengan sistem preorder. Para makers yang hadir langsung di Sci-Fi Hardware Hackathon dapat memesan langsung di tempat, atau melakukannya melalui Internet di DycodeX Shop.

Sci-Fi Hardware Hackathon

Di acara utama Sci-Fi Hardware Hackathon, sebuah “kubah” anti-banjir bernama Floating Smart Dome buatan tim MANTIS dianugerahi gelar “Ultimate Winner” atau pemenang utama.

Sedangkan untuk juara-juara lainnya, dipilih dua kelompok dari masing-masing kategori yang meliputi:

Best Concept

Para pemenang Best Concept

Juara I: tim QOP, dengan alat penanam pohon di luar angkasa.
Juara II: tim IG2T, dengan zombie detector.

Best Engineering

Para pemenang Best Engineering.

Juara I: tim JARVIS, dengan kacamata yang mampu mendeteksi tingkat suhu, kelembapan, dan lain-lain.
Juara II: tim Cikur, dengan sebuah alat hacking.

Best Design and UX

Para Pemenang Best UX

Juara I: Sparky’s Electronics, dengan Ghost Detector.
Juara II: IG2T, dengan Zombie Detector.

DycodeEdu dan DycodeX bangga telah dapat ikut berpartisipasi dan meramaikan ajang sci-fi untuk para makers Indonesia. Semoga para makers Indonesia dapat terus berkreasi agar industri Internet of Things di Indonesia dapat terus maju dan berkembang, serta tentunya terus membuka kemungkinan nantinya karya-karya tersebut dapat bisa diaplikasikan secara luas dan digunakan oleh masyarakat Indonesia dan bahkan dunia!

So, keep “ngoprek”, makers!

It’s Our First Anniversary

By | News | No Comments

Tepat hari ini setahun yang lalu, DycodeX dilahirkan.

Setahun kemudian, kami bangga telah membantu berkontribusi dalam pengembangan industri IoT lokal dengan jajaran perangkat IoT disruptif yang telah kami buat dan pasarkan. Jepret dan Jepret Allegra, kotak cerdas yang dapat secara otomatis mencetak foto hanya dengan mengunggahnya ke sosial media, adalah batu pijakan kami yang pertama untuk kami kembangkan proyek IoT lainnya. “Button”, tombol pintar yang dapat dikustomisasi untuk apapun. “Gallon”, alat cerdas yang memantau kesediaan air dalam galon. Dan bersama DycodeEdu, kamipun mencoba berkontribusi untuk berbagi ilmu yang kami punya dengan IoT makers lainnya agar dapat menginspirasi mereka.

Di tahun mendatang, kita tak akan berhenti belajar, berkembang, dan berbagi. Perjalanan kita untuk mengembangkan perangkat IoT disruptif selanjutnya yang bermanfaat bagi masyarakat akan terus berlanjut.

Thank you for supporting us in this spectacular journey.

CNN Indonesia Berkunjung ke DycodeX Sebagai Pioneer Dalam Industri IoT

By | Media Coverage | No Comments

Saat ini, industri Internet of Things di Indonesia sedang bergerak dan tumbuh dengan cepatnya. Bahkan kehadirannya pun mulai dilirik oleh media cetak maupun elektronik dengan ditandainya event Bandung IoT Developer Day Ep. 2 & IoT Products Expo, yang diikuti DycodeX, mendapat sorotan dari banyak media. Kali ini, DycodeX sebagai pioneer dalam industri Internet of Things di Indonesia, mendapatkan kunjungan dari tim CNN Indonesia Tech News.

Dalam kunjungannya, tim CNN Indonesia meliput berbagai produk dan layanan berbasis Internet of Things yang dikembangkan oleh DycodeX terutama Jepret Allegra dan Smart Gallon. Mereka memiliki ketertarikan atas keunikan dari manfaat yang diberikan dua produk IoT tersebut. Dalam kesempatan ini, DycodeX CEO, Andri Yadi memberikan penjelasan bagaimana Jepret Allegra dan Smart Gallon bekerja serta memberikan manfaat kepada penggunanya.

DSC05466

Jepret Allegra merupakan autonomous printing box yang memungkinkan bekerja tanpa adanya dedicated operator seperti mesin cetak foto tradisional dan menggunakan Jepret Cloud sebagai tulang punggung. Jepret Allegra diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengadakan event seperti resepsi pernikahan, community gathering, pameran, konser musik dan corporate event. Selain itu, Jepret Allegra pun dapat digunakan di berbagai macam venue & business place seperti cafe, restoran dan hotel. Keuntungan yang didapat oleh penyelenggara event dan pemilik bisnis saat menggunakan Jepret Allegra adalah terjalinnya engagement dengan para tamu dan pengunjung di ranah online dalam bentuk trending hashtag di media sosial, dan juga di ranah offline dalam bentuk hasil cetak foto yang bisa dipasangkan logo serta brand dari event atau venue beserta sponsor-sponsornya.

Sementara itu, Smart Gallon membantu Anda dalam memantau kapasitas air minum galon di rumah maupun kantor dalam skala apapun. Dengan bantuan HomeX Cloud, memungkinkan Smart Gallon untuk menganalisis konsumsi air minum dan juga memberikan notifikasi kepada asisten rumah tangga hingga distributor air minum apabila galon air minum telah habis. Sehingga, Anda tidak perlu lagi khawatir jika galon air minum habis.

Kunjungan CNN Indonesia ke DycodeX menandakan adanya pengakuan oleh media massa bahwa industri Internet of Things di Indonesia patut diperhitungkan eksistensinya dan DycodeX menjadi salah satu pioneer penggerak industri IoT di Indonesia Semoga, kunjungan ini menjadi poin yang positif demi keberjalanan ekosistem makers dan developer IoT di seluruh Indonesia.

Menerapkan Internet of Things Sebagai Solusi Teknologi Terkini, DyCode Resmi Meluncurkan DycodeX

By | Press Release | No Comments

Siaran Pers

 

Bandung, 18 Desember 2015. Setelah 10 tahun menanti, akhirnya film Star Wars kembali hadir dengan dirilisnya Star Wars: The Force Awakens. Ini menjadi sebuah perayaan besar bagi geek dan penggemar Star Wars di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Sebagai perusahaan di balik Movreak – aplikasi smartphone yang diperuntukkan bagi para penggemar film, PT Dycode Cominfotech Development (DyCode) pun turut merayakannya dengan mengadakan kegiatan nonton bersama Star Wars: The Force Awakens dalam acara Movreak Awakens yang diadakan di CGV Blitz Paris van Java – Bandung, Jum’at (18/12), sekaligus mengumumkan ‘kebangkitan baru’ dari aplikasi Movreak untuk iOS dan Android dengan menghadirkan berbagai perubahan dan peningkatan pada rilis update selanjutnya. Acara ini dihadiri oleh rekan-rekan startup dan komunitas industri teknologi kreatif di kota Bandung.

Pada kesempatan yang sama, DyCode memutuskan untuk turut menerapkan Internet of Things sebagai solusi teknologi dengan mendirikan subsidiary PT. DycodeX Teknologi Nusantara (DycodeX). Chief Executive Officer DyCode sekaligus Chief Executive Office DycodeX, Andri Yadi meluncurkan secara resmi DycodeX kepada publik. Chief Executive Officer DyCode, Andri Yadi mengatakan, “Ketika sedang mengerjakan Jepret Allegra, kami sadar bahwa sebenarnya kami sedang meng-embrace solusi berbasis Internet of Things yang sedang menjadi tren dalam beberapa tahun ini. Lalu, kami berpikir mengapa kita tidak mendirikan perusahaan baru saja yang fokus pada IoT? Mulai dari situlah, kami putuskan untuk mendirikan DycodeX.”

Secara formal, DycodeX telah berdiri sejak bulan April 2015 dan telah beroperasi secara rahasia tanpa diketahui oleh publik. Dalam kurun waktu 6 bulan, DycodeX telah menghasilkan 3 buah prototip produk. Dua di antaranya adalah HomeX Lamp Adapter, memungkinkan penghuni bangunan mengendalikan lampu secara nirkabel dan sekaligus mengendalikan besaran energi yang digunakan oleh masing-masing lampu yang dipasang; dan Project codename Gallon, mempermudah penghuni bangunan (rumah maupun kantor) untuk memantau dan mengelola penggunaan air minum di dispenser dalam jumlah yang banyak melalui cloud dan aplikasi smartphone. “Kami mengetahui di salah satu perusahaan pernah menjadi kebakaran dispenser dikarenakan galon air minum yang terpasang telah kosong. Dengan adanya Gallon, kejadian seperti itu dapat dihindarkan karena petugas akan mendapatkan notifikasi via SMS atau aplikasi apabila isi galon air minum telah menipis,” jelas Andri Yadi.

Selain prototip produk, DycodeX juga menaungi produk Jepret yang dinyatakan ‘lulus’ dari DyCode. Jepret merupakan sebuah sistem yang memungkinkan seseorang untuk mengumpulkan berbagai foto dari media sosial seperti Instagram, Twitter dan Path berdasarkan hashtag event/acara yang telah ditentukan. Foto-foto yang telah dikumpulkan oleh Jepret Cloud pun dapat dicetak secara otomatis dengan menggunakan Jepret Allegra, sebuah printing box yang dapat beroperasi secara otonom. Jepret Allegra sebagai autonomous printing box menjadi sangat spesial karena dalam pengoperasiannya, tidak diperlukan dedicated operator seperti mesin cetak foto pada umumnya dan menggunakan Jepret Cloud sebagai tulang punggung. Salah satu pelanggan yang menggunakan Jepret Allegra untuk acara pernikahan adalah Fitri Tropica. Untuk melihat bagaimana Jepret Allegra beraksi, dapat dilihat di video berikut.

Jepret Allegra diperuntukkan bagi mereka yang ingin mengadakan event seperti resepsi pernikahan, community gathering, pameran, konser musik dan corporate event. Selain itu, Jepret Allegra pun dapat digunakan di berbagai macam venue & business place seperti cafe, restoran dan hotel. Keuntungan yang didapat oleh penyelenggara event dan pemilik bisnis saat menggunakan Jepret Allegra adalah terjalinnya engagement dengan para tamu dan pengunjung di ranah online dalam bentuk trending hashtag di media sosial, dan juga di ranah offline dalam bentuk hasil cetak foto yang bisa dipasangkan logo serta brand dari event atau venue beserta sponsor-sponsornya.

Selain Jepret Cloud dan Jepret Allegra, ada juga salah satu bagian dari keluarga Jepret adalah Jepret Story. Ini merupakan aplikasi Android yang memungkinkan pengguna untuk merekam dan mengoleksi momen menjadi sebuah cerita langsung dari smartphone mereka. Sama seperti Jepret Allegra, Jepret Cloud pun menjadi tulang punggung dari Jepret Story. Pada akhir tahun 2014, Jepret Story menjadi pemenang dari kompetisi Indonesia Next App dan mewakili Indonesia di kancah regional. Jepret Story dapat diunduh gratis di Google Play Store atau di https://bit.ly/jepretstory