sunny leone rajwap videos xxx porn video xxnx


LoRa Conference Indonesia 2018 Jakarta : The First Ever LoRa Conference in Asia!

By | Events, News | No Comments

The development of communication network It is now growing rapidly. One of them is the Long Range (LoRa) technology, a low power wireless platform, which has become one of the options for building IoT networks worldwide. LoRa can provide coverage that is greater in range compared to that of existing cellular networks.

As one of the most widely used networks in Asia, we thought this is the perfect time to hold a conference on LoRa technology in Asia. LoRa Conference Indonesia 2018 was held in April 25th at MINDTORIUM Wisma 77 Tower 2, Jakarta. This is the first LoRa Conference ever held in Asia, and the second in the world. This event was organized by Makestro, in collaboration with DycodeX, Semtech, Multi Kontrol Nusantara, Polytron Indonesia, DTDS, and LoRa Alliance.

Notable speakers were Ir. Mochamad Hadiyana, M.Eng., Director of Postal and Informatics Device Standardization from Indonesian Ministry of Communication and Informatics. Mr. Hadiyana talked about the regulation is IoT technology which is currently being refined by the government and soon will accommodate the industry players in Indonesia. Other notable speakers were Ir. Gunawan Wibisono, M.Sc, Ph.D, from Department of Electrical Engineering, University of Indonesia, Hari Venkatesh, Field Application Engineer from Semtech, Tan Wei Lip, Senior Field Application Engineer from DTDS, and many more experts from IoT industry whose also shared their presentations about LoRa and the IoT industry. At the end of the conference, CEO of Dycode, Andri Yadi, along with Alwin Arrasyid, Lead Software Engineer from DycodeX, held a mini panel discussion with Sugeng Imbran from SGrid Indonesia.

In this conference, the visitors can meet and discuss directly about Lora with industry players and experts. Each presentations gave new insights about IoT and LoRa, also can grow new business potential in this field. Hopefully, this event would trigger another conferences about LoRa technology in Indonesia in the future.

Learn More About IoT – Universitas Indonesia Visits DyPlex

By | Events, News | No Comments

Since DycodeX was established 2 years ago, we have engaged with education in various aspects. Starting from the introduction of IoT technology to various universities and colleges, empowering vocational school students for job training, as well as cooperation in IoT field with various universities. One of them engagement we did was with the University of Indonesia. We are very honored when the lecturers and students of Electrical Engineering Faculty of the number one university in Indonesia took the opportunity to visit DyPlex in Bandung on Friday, March 16, 2018.

The day before, Dycodex was on the UI campus for the launch of Spekun, a bike sharing with IoT technology developed by Dycodex in collaboration with Banopolis and Telkomsel. In this event, we showed how Smartlock system we developed for bike sharing worked. During their visit to DyPlex this time, DycodeX CEO Andri Yadi invited Mr. Ir. Gunawan Wibisono, M.Sc., Ph.D. and his students to get around and see the DycodeX workshop.

We hope this visit from UI can be a bridge between technology industry actors especially on IOT with educational institutions. In the future, Dycodex welcomes every opportunity for educational institutions – both students and management – to jointly develop IOT in Indonesia through cooperation and projects.

A New Beginning: The First PyCon in Indonesia

By | Events, News, Press Release | No Comments

About PyCon Indonesia 2017 (#PyConID2017)

PyCon Indonesia is a conference where Python users, or people interested in Python, gather to learn from each other and meet other members of the community. By joining this conference, all attendees will not only learn new and exciting things. But also meet new friends and strengthen the connection with the community, and thus the community itself.

#PyConID2017 aired with “A New Beginning” as a main theme this year. Well-known as the first Python Conference (PyCon) in Indonesia, #PyConID2017 had been held in Semarang last week (9/12).

New Insight from an Awesome Speakers


#PyConID2017 was proudly invite 20 speakers included 2 keynote speakers. DycodeX as a Gold Sponsor in this event also had 1 session represented by Alwin Arrasyid, an IoT Software Engineer.

Internet of Things ranges from measuring things in the physical world to building devices, software, apps, and data analysis, hence it brings people with various expertise together. It is rare to see developer who can build software for the devices, back-end, and do analysis alone due to difference in technology that is used. That is why device software or firmware developers often use third-party IoT cloud service such as Microsoft Azure, IBM Bluemix and ThingSpeak to build their prototype. This talk addresses the possibility of building full stack IoT products using only Python as the main technology.

In refer to the thoughts above, Alwin’s entitle his topic with “IoT Software Engineer Journey: Connecting the Unconnected with Python”. Alwin’s presentation deck is available here.

Jepret Allegra on #PyConID2017

Should you came to an event, take a photos or even a selfies is a must to tie up with the moment. DycodeX as a Gold Sponsor of #PyConID2017 presented Jepret Allegra, an automatic cloud-printing photos based on hashtag.

You are free to look after every moment captured on #PyConID2017. See below.

Local Startup Fest 2.0 Gemparkan Ballroom Kuningan City

By | Events, News, Press Release | No Comments

Setelah sukses dengan Local Startup Fest pertamanya dengan total 2.500 pengunjung. Kini kembali menghadirkan acara Local Startup Fest 2.0. Local Startup Fest adalah sebuah festival dimana para penggemar startup mendapatkan wawasan terbaru dari pakar startup dan menemukan teknologi terbaru dari startup pendatang baru. percaya penemuan yang paling tak terduga terjadi saat beragam topik dan orang berkumpul. 4.000+ pengunjung Local Startup Fest 2.0 berhasil gemparkan Ballroom Kuningan City kali ini.

Acara kedua ini akan diselenggarakan pada 18-19 Oktober 2017 di Ballroom Kuningan City dua kali lebih besar dari acara sebelumnya. Ada 70+ C-Level Speakers, 3 stage, dan lebih banyak aktifitas lainnya seperti hardware zone, startup exhibitor, dan startup pitch battle.

Pembicara yang berpengalaman

Beberapa pembicara ternama yang berpengalaman di industri startup yang akan hadir di LocalStartupFest 2.0 yaitu Daniel Tumiwa (Supervisory Board Member idEA & Founder ADSvokat), Henky Prihatna (Country Industry Head Google Indonesia), Seon Yong Park – Amazon Web Services, Ken Ly (Cloud Architect Alibaba), Andy Zain (Managing Director Kejora Ventures), Willix Halim (COO Bukalapak), Abishek Shah (Director & CFO IBM), Natali Ardianto (Founder & CTO, Revie Sylviana (Business Development Director LINE Corp Indonesia), Kenneth Shaw (CTO, Rama Mamuaya (Founder & CEO DailySocial), Doni Hanafi (Co-Founder & CTO Bridestory), dan masih banyak lainnya.

Explore langsung di area pameran Local Startup Fest 2.0

Tidak hanya belajar langsung dengan para expert. Pengunjung juga dapat mencoba produk secara langsung dari puluhan startup yang bergabung di Local Startup Fest 2.0. Tidak hanya itu, pengunjung juga mendapatkan berbagai macam promo – promo menarik, dan pengalaman seru untuk mengeksplor kreatifitas dan teknologi di hardware zone.

lsf2017local startup fest 2.0dycodex di lsf 2.0DycodeX bersama lebih dari 30 startup lainnya turut meramaikan Local Startup Fest di bagian Exhibition. Memperkenalkan produk-produk Internet of Things, DycodeX membawa Smart Gallon, Magic Button, Magic Printer dan Jepret Allegra secara bersamaan.

Makestro Bantu Makers Wujudkan Konsep Dunia dengan Zero Waste di Bandung Makerthon 2016

By | Events | No Comments

Bandung, Jawa Barat – Setelah resmi diluncurkan pada tanggal 24 September 2016, Makestro memulai langkah pertamanya dengan mantap untuk mendukung acara Bandung Makerthon 2016 di Gd. CC Timur ITB pada hari Sabtu (1/10) lalu.

Bandung Makerthon 2017 merupakan rangkaian kegiatan Makerthon yang bekerjasama secara resmi di SEAMNET (South East Asia Makerspace Network). Dalam acara ini, sebanyak 44 orang peserta yang terbagi menjadi 12 kelompok ditantang untuk membuat inovasi-inovasi terkait masalah penanggulangan sampah di kota Bandung. Tema yang diusung tahun ini adalah Designing A World With Zero Waste, dimana konsepnya yakni membuat produk yang mengandung unsur-unsur bebas polusi, dapat didaur ulang, serta memiliki tingkat keberlangsungan yang tinggi. Konsep dalam perlombaan Bandung Makerthon 2016 ini adalah produk yang memiliki skema serta nilai bisnis yang jelas agar dapat dikembangkan dan punya potensi berkelanjutan.


Suasana talkshow di acara Bandung Makerthon.

Tema ini dipilih atas dasar persoalan-persoalan tentang sampah yang kerap menjadi PR kota Bandung itu sendiri. Kebiasaan masyarakat yang kurang peka terhadap masalah sampah sehingga membuang sampah sembarangan hingga minimnya edukasi kepada masyarakat terkait penanggulangan sampah itu sendiri. Bandung Makerthon ingin bergerak untuk membangkitkan semangat para inovator-inovator muda untuk berinovasi. Dengan bekerjasama dengan DycodeX, Makestro yang dibuat sebagai wadah pendukung makers di Indonesia, khususnya Bandung, turut memfasilitasi peserta untuk mengembangkan dirinya dan berinovasi dengan Internet of Things (IoT). Sebanyak 1 buah Arduino dan 5 buah Raspberry Pi disiapkan DycodeX untuk mendukung para peserta.


Booth Makestro di Bandung Makerthon.

Pemenang dari Bandung Makerthon yang mewakili Indonesia untuk dikirim ke Singapur mulus melenggang dengan tong sampah pintar yang diberi nama “Goods Do Goods”. Konsepnya yakni dengan memberi poin pada setiap orang yang membuang sampah, dimana poin ini kelak secara otomatis akan dikirimkan ke pihak-pihak terkait agar tidak terjadi penumpukan berkelanjutan.


Tim Goods Do Goods juara Bandung Makerthon.

Andri Yadi, sebagai juri dalam Bandung Makerton ini memastikan bahwa dummy yang dibuat kelompok Goods Do Goods ini cukup inovatif dan berpotensi dikembangkan dalam jumlah yang besar. “Ide dan gerakan seperti ini yang Makestro dan Bandung Makerthon harapkan, inovator muda yang bergerak lincah dan turut serta membangun kotanya sendiri,” tutur Andri Yadi. “Kita juga dapat membuktikan bahwa IoT tidak hanya dapat digunakan untuk sekedar mempermudah kehidupan personal, namun juga dapat menjadi sarana untuk mengontrol dan mengembangkan daerah kita sendiri.”

Terus berkarya dan harumkan nama baik bangsa di kancah internasional ya, Goods Do Goods!

Dukung Sci-Fi Hardware Hackathon, DycodeX Pamerkan ESPectro & Alora

By | Events | No Comments


Sabtu, 27 Agustus 2016 — Jakarta, D.K.I. Jakarta — Asahan kreatifitas imajinasi science fiction dan kemahiran merakit teknologi bergabung menjadi satu di Sci-Fi Hardware Hackathon 2016, sebuah ajang ditantangnya para makers dari bermacam latar belakang dan usia untuk mewujudkan sebuah IoT device yang terinspirasi dari science fiction dalam kurun waktu 24 jam. DycodeX hadir meramaikan dengan mengisi salah satu stand untuk memamerkan deretan development board dan sensor board terbaru kita, ESPectro dan Alora. Gelaran hackathon yang diselenggarakan oleh Mediatrac bekerja sama dengan Data for Life dan Makedonia ini diselenggarakan dari tanggal 27 hingga 28 Agustus 2016 di gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto Kav. 95, Jakarta.

DycodeX at Sci-Fi Hardware Hackathon 2016

Tim DycodeX berpose di depan booth pameran di Sci-Fi Hardware Hackathon 2016.

Sebagai salah satu penggiat di komunitas makers Indonesia sekaligus sebagai penggemar berat film-film science fiction (trivia: Star Wars adalah serial film kesukaan CEO Andri Yadi), DycodeX ikut meramaikan Sci-Fi Hardware Hackathon ini sebagai salah satu pengisi booth pameran. DycodeX memanfaatkan kesempatan ini untuk meluncurkan secara perdana serangkaian maker kits yang terdiri dari development board ESPectro, sensor board Alora, dan LoRa kits. Rangkaian produk purwarupa DycodeX lainnya, seperti Magic Printer, Magic Button, dan Jepret Allegra-pun hadir meramaikan.

ESPectro adalah serangkaian development boards yang dikembangkan sendiri oleh DycodeX sebagai kulminasi dari pengalaman dan eksperimen selama dua tahun. DycodeX mengerti bagaimana ESPectro tersedia ESPectro Core, ESPectro Base, dan ESPectro Core + Base. Untuk memamerkan kemampuan dari ESPectro, DycodeX menyiapkan sebuah demo berbentuk menara LED yang dimodel berdasarkan menara Stark Industries dari serial film The Avengers, yang LED-nya akan menyala ke atas setiap satu orang me-like page DycodeX di Facebook. Demo ini mendemonstrasikan kemampuan ESPectro untuk mengirim data agar lampu LED di menara Stark Industries tersebut menyala, sekaligus mendemonstrasikan konektifitas ESPectro dengan Internet.

Seorang pengunjung booth sedang me-like page Facebook DycodeX untuk menyalakan LED di "Stark Industries LED Tower".

Seorang pengunjung booth sedang me-like page Facebook DycodeX untuk menyalakan LED di “Stark Industries LED Tower”.

Di saat yang sama, DycodeX juga mendebutkan Alora. Alora adalah sebuah pengembangan dari perangkat purwarupa “Codename EnviroSens” untuk membaca keadaan lingkungan. Alora disediakan dalam tiga “rasa” sesuai dengan tingkat kemahiran pengembang yang menggunakannya. Tiga rasa tersebut meliputi Alora Sensor Board Basic, Alora Sensor Board Pro, dan Alora Sensor Board Ultimate. Baca selengkapnya tentang sensor board ini di laman resmi Alora di DycodeX Shop.

Selain ESPectro dan Alora, beberapa produk lain yang dipamerkan di booth DycodeX adalah LoRa kits yang terdiri dari LoRa Raspberry Pi Hat
dan LoRa Arduino Shield. Produk-produk DycodeX lainnya yang juga dipamerkan ada Magic Printer, Magic Button, dan Jepret Allegra.

Semua produk ini tersedia untuk dijual dengan sistem preorder. Para makers yang hadir langsung di Sci-Fi Hardware Hackathon dapat memesan langsung di tempat, atau melakukannya melalui Internet di DycodeX Shop.

Sci-Fi Hardware Hackathon

Di acara utama Sci-Fi Hardware Hackathon, sebuah “kubah” anti-banjir bernama Floating Smart Dome buatan tim MANTIS dianugerahi gelar “Ultimate Winner” atau pemenang utama.

Sedangkan untuk juara-juara lainnya, dipilih dua kelompok dari masing-masing kategori yang meliputi:

Best Concept

Para pemenang Best Concept

Juara I: tim QOP, dengan alat penanam pohon di luar angkasa.
Juara II: tim IG2T, dengan zombie detector.

Best Engineering

Para pemenang Best Engineering.

Juara I: tim JARVIS, dengan kacamata yang mampu mendeteksi tingkat suhu, kelembapan, dan lain-lain.
Juara II: tim Cikur, dengan sebuah alat hacking.

Best Design and UX

Para Pemenang Best UX

Juara I: Sparky’s Electronics, dengan Ghost Detector.
Juara II: IG2T, dengan Zombie Detector.

DycodeEdu dan DycodeX bangga telah dapat ikut berpartisipasi dan meramaikan ajang sci-fi untuk para makers Indonesia. Semoga para makers Indonesia dapat terus berkreasi agar industri Internet of Things di Indonesia dapat terus maju dan berkembang, serta tentunya terus membuka kemungkinan nantinya karya-karya tersebut dapat bisa diaplikasikan secara luas dan digunakan oleh masyarakat Indonesia dan bahkan dunia!

So, keep “ngoprek”, makers!